Viral Penampakan Matahari Merah di Medan, BMKG Beri Penjelasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Matahari tampak berwarna merah di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu, 6 September 2020, mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. Fenomena ini viral di media sosial. Menurut Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, penyebabnya bukan abu vulkanik atau pembakaran hutan, tetapi adanya polutan di atmosfer. Partikel seperti aerosol, debu, dan asap menyebabkan cahaya biru matahari tersebar, sehingga warna merah atau jingga yang didominasikan terlihat lebih kuat. Fenomena ini semakin terlihat ketika matahari berada di posisi rendah, seperti pada sore hari. Hendro menjelaskan, sinar matahari yang sampai ke bumi terfilter oleh polutan, sehingga hanya panjang gelombang merah yang mencapai mata. Pada hari berikutnya, hujan membantu membersihkan atmosfer sehingga polutan pun berkurang. Forecaster on Duty BBMKG, Ilham Haris Batubara, menambahkan bahwa fenomena ini merupakan efek optik atmosfer, bukan perubahan warna matahari sebenarnya. BBMKG mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap memantau kualitas udara.
Bagikan
Berita terkait
Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara, BPBD DKI-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.59
BMKG: Pergerakan Angin Bawa Asap Karhutla Kalimantan Menyebar
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.20
Matahari Berwarna Merah Menyala Terjadi saat Hutan Kalimantan Terbakar
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 10.22
Matahari Merah di Palangka Raya, Kenapa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 06.16