Voxstream dan ADKASI Dorong Politik Berbasis Data Menuju Pemilu 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Voxstream dan ADKASI mengadakan audiensi di Jakarta pada 12 Agustus untuk membahas politik berbasis data menjelang Pemilu 2029. Diskusi ini melibatkan anggota legislatif daerah, akademisi, dan pengembang platform intelijen elektoral dengan fokus pada pendekatan evidence-based politics. Siswanto, Ketua Umum ADKASI, menekankan pentingnya menggabungkan pengalaman lapangan dengan analisis data agar strategi politik lebih terukur dan efisien, terutama dalam memahami aspirasi masyarakat.
Wahyu Permana, CEO Voxstream, menjelaskan bahwa platform mereka mengintegrasikan data dari KPU, Bawaslu, BPS, serta dinamika media sosial untuk analisis di tingkat kandidat, partai, dan daerah pemilihan. Ia menyebutkan bahwa pemilih Gen Z dan milenial diperkirakan mencapai 60-70% pada Pemilu 2029, sehingga strategi berbasis data menjadi krusial untuk kampanye yang presisi. Kolaborasi antara praktisi, akademisi, dan teknologi dianggap penting untuk mengurangi biaya politik dan meningkatkan efektivitas.
Siswanto mencontohkan bahwa kandidat sering menghabiskan anggaran besar tanpa hasil optimal karena strategi tidak berbasis data. Platform Voxstream membantu caleg merangkum isu kebutuhan masyarakat dan menyusun strategi tepat sasaran, namun teknologi tidak menggantikan kerja lapangan, hanya sebagai alat bantu perencanaan.
Bagikan
Berita terkait
Fatima Ezzahra El Mansouri Ditunjuk Jadi PM Baru Maroko
Detik.com · 30 September 2026 pukul 02.02
Munas X AMPI Munculkan Calon Tunggal Ketum, Sekjen Golkar Nilai Sebagai Kedewasaan Politik
JawaPos · 29 September 2026 pukul 21.30
DPR Target RUU Pemilu Rampung Diketok Maret 2027
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 19.12
Masih Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, PSI Tegaskan Belum Bahas Capres Baru
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 19.11