Wacana Pergantian Kapolri Dinilai Rugikan Presiden Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis Boni Hargens menilai wacana pergantian Kapolri berisiko merugikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam situasi politik yang panas pasca polemik kasus korupsi mantan petinggi kejaksaan, kebijakan sensitif ini mudah disalahartikan oleh kelompok oposisi yang aktif membangun narasi alternatif di ruang publik. Boni menekankan bahwa keputusan yang sah secara hukum tetap bisa dieksploitasi naratifnya jika didistribusikan pada momen tepat kepada segmen masyarakat yang sudah mencurigai pemerintah.
Boni memperingatkan bahwa dalam lanskap politik Indonesia, setiap kebijakan eksekutif diuji tidak hanya dari legalitas tapi juga dari sisi narasinya. Ia menyebut spesifik "kelompok oposisi jalanan" sebagai aktor yang berpotensi mengklaim pergantian Kapolri dilakukan karena petinggi kepolisian terlalu berani mengusut korupsi yang melibatkan oknum Kejaksaan Agung, sehingga menghubungkan keputusan administratif dengan dugaan intervensi penegakan hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.52
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Surpres Pergantian Kapolri
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.17
Prabowo Kasih Rapor 'Memuaskan' ke Bahlil Saat Hadiri Acara Peluncuran Buku
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.56
Mensesneg Sebut Prabowo Sudah Panggil Calon-calon Gubernur BI
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.30
Donny Ikut Komentari Isu Surpres Penggantian Kapolri, Memuji-muji
Berita terkait
Geger! Geng SOP 'Berhasil' Lumpuhkan Pusat Komando Prabowo
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
Sekjen Parpol Koalisi Prabowo Bertemu, Herman Khaeron Ungkap Agenda Besar
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.04
Prabowo Usulkan Warga Bisa Berkewarganegaraan Ganda, Apa Lagi nih?
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.50
Prabowo Diam-diam Sakit? Setahun Batuk-Batuk Terus Saat Pidato
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.00