Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waka Komisi VIII DPR Minta Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Kekeringan

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 pada Agustus hingga September akan membawa potensi kekeringan tinggi di sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan. Curah hujan di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan di bawah normal hingga awal Oktober, yang berisiko memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mendesak pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah mitigasi dini.

Singgih menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk BMKG, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan. Ia menilai mitigasi jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah dampak terjadi. Upaya seperti patroli, edukasi masyarakat, dan pemantauan wilayah rawan kebakaran harus menjadi prioritas.

BMKG menjelaskan bahwa Jawa sangat rentan karena kebutuhan air tinggi dan aktivitas pertanian padat. Bali dan Nusa Tenggara menghadapi musim kemarau panjang dengan risiko kebakaran meningkat, sedangkan Kalimantan selatan berpotensi mengalami peningkatan titik panas. Sulawesi Selatan juga perlu diwaspadai karena defisit hujan hingga September. Musim hujan diperkirakan mulai masuk pada Oktober di sebagian wilayah barat Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait