Waka MPR Dorong CCE Dibarengi Perlindungan bagi Penjaga Warisan Budaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) memperingatkan bahwa gagasan circular cultural economy (CCE) pemerintah berisiko gagal jika tidak didukung perlindungan nyata bagi penjaga warisan budaya. CCE tidak dapat dibangun secara instan, harus dimulai dari keluarga dan komunitas desa. Kearifan lokal seperti membatik, menenun, dan mengukir tidak lagi diwariskan secara otomatis antar generasi. Rerie menekankan perlu ada tahapan terukur, kebijakan, dan anggaran yang jelas. Ia menyoroti pendekatan Korea Selatan sebagai contoh yang baik, dengan target pasar K-culture senilai 400 triliun won pada 2030 dan dukungan kebijakan yang terstruktur. Tanpa intervensi fiskal dan ekosistem yang terhubung, CCE hanya akan menjadi narasi yang tidak terealisasi.
Bagikan
Berita terkait
FKY 2026 Catat 53 Ribu Pengunjung, Perputaran Ekonomi Capai Rp1 Miliar
kumparan · 22 September 2026 pukul 18.38
Jalanan Jepang Dikenal Bersih, Tapi Mengapa Tempat Sampah Sulit Ditemukan?
Detik.com · 22 September 2026 pukul 09.03
Fauka Noor Farid Pimpin Lindu Aji Culture Fest 2026 di Borobudur, Santuni 550 Anak Yatim
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 12.22
Waka MPR: Negara Harus Konsisten Lindungi Hak Warga Termasuk Disabilitas
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.27