Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

WALHI Nilai Pemerintah Gagal Atasi Karhutla dan Kebakaran TPA

WALHI menilai pemerintah gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran berulang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sepanjang 2026, sedikitnya 15 TPA di berbagai wilayah Indonesia mengalami kebakaran akibat buruknya tata kelola sampah dan musim kemarau panjang. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan sistem open dumping pada 60,7% atau 312 TPA, yang memicu akumulasi gas metana tinggi dan risiko kebakaran yang sulit dipadamkan.

Simulasi WALHI menunjukkan emisi metana bersih TPA nasional mencapai 334.109 ton pada 2025, setara 9,02 juta ton CO2e, dan berpotensi melonjak dua kali lipat dalam 25 tahun. Selain krisis iklim, asap kebakaran TPA yang mengandung PM2.5 dan zat berbahaya mengancam kesehatan warga, terutama risiko ISPA dan penyakit paru kronis. WALHI mendesak pemerintah menghentikan aliran sampah organik ke TPA, menutup praktik open dumping, serta mewajibkan sistem penangkapan gas metana.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait