Saat Asap Mencekik Paru-Paru dan Fiskal Daerah: Menakar Ongkos Mahal Krisis Karhutla 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 meluas hingga ke wilayah timur Indonesia dan daerah non-gambut seperti NTT, NTB, dan Jawa Timur. Laporan CELIOS mengestimasi potensi kerugian ekonomi dan biaya kesehatan mencapai Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun pada periode Januari-Agustus 2026. Data KLHK mencatat kenaikan kejadian karhutla sebesar 366% dengan total lahan terbakar mencapai 202.010,96 hektare, di mana Kalimantan Barat dan Papua Selatan menjadi wilayah terdampak terluas.
Krisis ini memicu kontraksi ekonomi nasional sebesar Rp29,54 triliun dan potensi kehilangan pajak daerah senilai Rp269,86 miliar. Dampak kesehatan sangat signifikan dengan potensi korban ISPA mencapai 17,4 juta jiwa jika termasuk warga bergejala yang tidak berobat, dengan estimasi biaya kesehatan melonjak hingga Rp93,56 triliun. Lonjakan kebakaran di Papua Selatan diduga berkaitan dengan pembukaan lahan untuk proyek food estate dan bioetanol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.47
Dampak Karhutla bagi Perempuan dan Anak: Beban Ganda di Balik Kabut Asap
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.59
Jumlah Hotspot Turun di Empat Provinsi Prioritas Karhutla
kumparan · 10 September 2026 pukul 19.51
Kemenkes Catat 113.336 Kasus ISPA Imbas Karhutla
JawaPos · 10 September 2026 pukul 19.46
Kemenkes Sebut Ada 113 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla dan 26 Ribu Korban Diantaranya Balita
Berita terkait
Hujan Asam Pasca-Karhutla: Ketika Bencana Tak Benar-Benar Selesai saat Asap Mereda
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 14.36
Potensi Kerugian Capai Rp123,1 Triliun, Celios Soroti Minimnya Anggaran Karhutla
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 19.09
Asap Karhutla Kepung Davao Filipina, Warga Diminta Tetap di Rumah
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.52
Dimensi Hukum Kebakaran Hutan dan Upaya Menjaga Ketahanan Nasional
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 14.01