Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Saat Asap Mencekik Paru-Paru dan Fiskal Daerah: Menakar Ongkos Mahal Krisis Karhutla 2026

Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 meluas hingga ke wilayah timur Indonesia dan daerah non-gambut seperti NTT, NTB, dan Jawa Timur. Laporan CELIOS mengestimasi potensi kerugian ekonomi dan biaya kesehatan mencapai Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun pada periode Januari-Agustus 2026. Data KLHK mencatat kenaikan kejadian karhutla sebesar 366% dengan total lahan terbakar mencapai 202.010,96 hektare, di mana Kalimantan Barat dan Papua Selatan menjadi wilayah terdampak terluas.

Krisis ini memicu kontraksi ekonomi nasional sebesar Rp29,54 triliun dan potensi kehilangan pajak daerah senilai Rp269,86 miliar. Dampak kesehatan sangat signifikan dengan potensi korban ISPA mencapai 17,4 juta jiwa jika termasuk warga bergejala yang tidak berobat, dengan estimasi biaya kesehatan melonjak hingga Rp93,56 triliun. Lonjakan kebakaran di Papua Selatan diduga berkaitan dengan pembukaan lahan untuk proyek food estate dan bioetanol.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait