Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Wamendikdasmen: BK Harus Jadi Pendamping Perkembangan Siswa

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mendorong transformasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah agar tidak lagi hanya fokus pada penanganan siswa bermasalah. Dalam Konvensi Nasional XXV, Kongres XV ABKIN, dan International Seminar and Conference on Guidance and Counseling (ISCGC) 2026, Fajar menyatakan bahwa BK harus berperan sebagai pendamping perkembangan potensi peserta didik secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa BK harus menjadi "jantung dari pendidikan yang memanusiakan" dan tidak lagi dipandang sebagai "polisi sekolah". Menurutnya, tantangan yang dihadapi siswa kini semakin kompleks, termasuk tekanan prestasi, krisis identitas, perubahan sosial budaya, dan dampak teknologi digital seperti cyberbullying. Oleh karena itu, pendekatan layanan BK perlu beralih dari model reaktif menjadi model transformatif dan komprehensif yang melayani seluruh peserta didik. Fajar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, tenaga kesehatan sekolah, dan tenaga profesional lainnya. Ukuran keberhasilan layanan BK tidak lagi hanya ditentukan dari jumlah kasus yang ditangani, tetapi juga dari dampak pada kesejahteraan siswa, kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi masa depan. Transformasi BK ini juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan nasional, termasuk pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidik sebagai pamong yang menuntun perkembangan anak.

Berita terkait