Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wamenkes Dante: 51 Orang Meninggal, 171 Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa Flores

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan 51 orang meninggal dunia, 36 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan. Data ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, dalam rapat koordinasi penanganan tanggap darurat bencana di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, pada Minggu (16/8). Dante menyatakan bahwa jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Dampak gempa terhadap fasilitas kesehatan cukup signifikan. Dari 21 rumah sakit di Pulau Flores, 16 mengalami kerusakan berat, empat masih dapat beroperasi sebagian, dan satu rumah sakit di Manggarai tidak dapat beroperasi sama sekali. Pada tingkat puskesmas, dari total 190 puskesmas, 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 mengalami kerusakan total. Kerusakan puskesmas tersebar di Manggarai Timur (3 unit), Manggarai (5 unit), Nagekeo (4 unit), dan Manggarai Barat (4 unit).

Untuk menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan mengoptimalkan lima rumah sakit rujukan, yaitu RSUD Borong, RS Ruteng, RS Bajawa, RSUD Nagekeo, dan RSUD Ende. Selain itu, tim medis dari Poltekkes Kemenkes di Sulawesi Selatan telah ditempatkan di Labuan Bajo dan siap dikerahkan ke wilayah yang paling terdampak, terutama Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Kemenkes juga mengerahkan Emergency Medical Team (EMT), mengaktifkan Emergency Operation Center di sembilan lokasi, dan menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, emergency kit, masker, oksigen konsentrator, dan tenda untuk pos kesehatan. Pemerintah juga mengirimkan 27 ton logistik serta 3.500 personel TNI-Polri ke wilayah terdampak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait