Wartawan dalam Tawanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 26 April 1942, wartawan dan guru sejarah Tionghoa Nio Joe Lan (1904-1942) ditangkap oleh tentara Jepang di Batavia saat merayakan kelahiran putranya. Nio, yang bekerja sebagai redaktur di surat kabar Sin Po, ditahan selama lebih dari tiga tahun karena dicurigai sebagai wartawan pro-Tiongkok. Sebelum penangkapan, ia dikenal aktif menulis artikel budaya Tionghua untuk media Belanda seperti De Indische Gids dan Koloniale Studien, dengan sekitar 200 karya tulis. Nio sempat bekerja di majalah Penghiboer dan harian Keng Po sebelum bergabung dengan Sin Po pada 1928. Di penjara, ia tetap menulis buku harian dan memoar yang kemudian diterbitkan sebagai Dalem Tawanan Jepang (1946), menggambarkan pengalaman bertahan di tiga lokasi penjara: Bukit Duri, Serang, dan Cimahi. Memoarnya mencatat pindah tempat tahanan setidaknya tiga kali, termasuk dipindahkan ke rumah tawanan di Cimahi. Nio kehilangan ayah dan putranya yang masih bayi, serta ibunya meninggal sebulan sebelum pembebasannya. Pengalamannya menjadi sumber penting bagi peneliti sejarah tentang masyarakat Tionghoa di Indonesia selama pendudukan Jepang.
Bagikan
Berita terkait
Meradjoet Sendja Ajak Masyarakat Merawat Sejarah lewat Musik dan Seni Pertunjukan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.01
Bingung Akhir Pekan ke Mana? Ini 5 Acara Seru Jakarta dari Pameran Lukisan SBY hingga Fest Kuliner
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 07.23
Jangan Keliru, Ternyata Hari Maritim Nasional Digelar Setiap 23 September
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.45
Anggaran Kemenbud Naik Jadi Rp3,5 Triliun di RAPBN 2027
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07