Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wartawan dalam Tawanan

Pada 26 April 1942, wartawan dan guru sejarah Tionghoa Nio Joe Lan (1904-1942) ditangkap oleh tentara Jepang di Batavia saat merayakan kelahiran putranya. Nio, yang bekerja sebagai redaktur di surat kabar Sin Po, ditahan selama lebih dari tiga tahun karena dicurigai sebagai wartawan pro-Tiongkok. Sebelum penangkapan, ia dikenal aktif menulis artikel budaya Tionghua untuk media Belanda seperti De Indische Gids dan Koloniale Studien, dengan sekitar 200 karya tulis. Nio sempat bekerja di majalah Penghiboer dan harian Keng Po sebelum bergabung dengan Sin Po pada 1928. Di penjara, ia tetap menulis buku harian dan memoar yang kemudian diterbitkan sebagai Dalem Tawanan Jepang (1946), menggambarkan pengalaman bertahan di tiga lokasi penjara: Bukit Duri, Serang, dan Cimahi. Memoarnya mencatat pindah tempat tahanan setidaknya tiga kali, termasuk dipindahkan ke rumah tawanan di Cimahi. Nio kehilangan ayah dan putranya yang masih bayi, serta ibunya meninggal sebulan sebelum pembebasannya. Pengalamannya menjadi sumber penting bagi peneliti sejarah tentang masyarakat Tionghoa di Indonesia selama pendudukan Jepang.

Berita terkait