Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kanker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Duduk terlalu lama atau gaya hidup sedentari meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk kanker. World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa aktivitas sehari-hari seperti duduk, bersandar, atau berbaring berjam-jam dapat memicu penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hingga kanker. Lembaga penelitian kanker internasional (IARC) mencatat kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan paru-paru berkaitan erat dengan perilaku sedentari. National Cancer Institute (NCI) menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan harian dapat menurunkan risiko kanker secara signifikan.
Seseorang dianggap memiliki gaya hidup sedentari jika lebih dari 50% waktu bangunnya (sekitar 6 jam) dihabiskan untuk duduk atau aktivitas serupa. Gaya hidup ini juga berkontribusi pada obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan risiko stroke hingga 60% pada pria. Orang dengan pola sedentari cenderung minum kurang dan buang air kecil tidak cukup, yakni kurang dari 2,5 liter sehari.
Untuk mengurangi risiko, WHO menyarankan orang dewasa tetap aktif secara fisik. Langkah sederhana seperti menggunakan tangga, berjalan kaki singkat, atau berdiri sejenak setelah dudi dapat memberikan manfaat besar. Penelitian terbaru menegaskan bahwa meskipun latihan rutin penting, mengurangi waktu dudi dan meningkatkan gerak harian lebih efektif sebagai langkah preventif.
Bagikan
Berita terkait
Aida Saskia Pensiun Jadi DJ Usai Berjuang Lawan Kanker, Kini Mantap Berhijab
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 11.06
Aida Zaskia Ungkap Perjuangan Lawan Kanker Stadium 3, Sempat Stroke hingga Kritis
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 10.32
Jalan Kaki Singkat Setelah Makan Ampuh Turunkan Lonjakan Gula Darah
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.39
Perbedaan Nikotin dan Zat Karsinogenik pada Rokok yang Perlu Diketahui
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 23.15