Wayan Koster Bicara Pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian di Bali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian di tengah meningkatnya tekanan dari investasi dan pariwisata. Dalam sebuah seminar di Denpasar, Koster menyampaikan bahwa pembangunan Bali harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, keberlanjutan pertanian, dan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hanya larangan alih fungsi lahan tidak cukup; perlindungan harus disertai insentif nyata agar petani tetap memilih untuk mempertahankan sawahnya.
Pada 2025, Bali menerima 7,05 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 9,3 juta wisunta domestik, dengan total kunjungan mencapai 16,3 juta orang. Devisa pariwisna mencapai Rp176 triliun, menyumbang 55 persen dari total devisa nasional. Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen, di atas pertumbuhan nasional (5,11 persen), sementara PDRB per kapita naik menjadi Rp72,66 juta. Tingkat kemiskinan turun ke 3,42 persen dan pengangguran terbuka ke 1,45 persen.
Di sisi lain, ketimpangan antara wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita masih signifikan. Sarbagita menyumbang 83 persen dari pendapatan asli daerah meski hanya menempati 16 persen dari wilayah. Koster juga menyoroti tantangan regenerasi petani, karena tenaga kerja pertanian didomin oleh usia di atas 50 tahun dan minimnya generasi muda yang tertarik. Untuk menjaga kedaulatan pangan, Koster memastikan regulasi seperti Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2026 akan segera diterapkan secara konsisten.
Bagikan
Berita terkait
Pemprov Bali catat PWA naik dilihat dari data September
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.55
Arahan Presiden, Mendagri Akan Kumpulkan Kepala Daerah Gencarkan Indonesia ASRI
Detik.com · 17 September 2026 pukul 23.58
Wamendagri Dorong PSEL Bogor Raya 1 Jadi Langkah Awal Urai Masalah Sampah
Detik.com · 17 September 2026 pukul 19.24
Pemerintah DIY Serahkan 2.000 Sertifikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 20.15