Wihaji Tinjau Keluarga Berisiko Stunting di Bangka Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji meninjau dua keluarga berisiko stunting di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Kunjungan ini mengimplementasikan perintah Presiden agar penanganan stunting dilakukan terintegrasi, mencakup kesehatan, ekonomi, pola pengasuhan, pendidikan, dan kelayakan hunian, bukan sekadar pemberian makanan tambahan.
Keluarga Asmid menerima dukungan kebutuhan dasar, sepeda, dan pendampingan pendidikan anak hingga SMA. Keluarga Asri menghadapi kasus lebih kompleks: suami (Asri) kelumpuhan panggul akibat kecelakaan tambang sehingga tidak bisa bekerja, istri mencari nafkah sebagai petugas kebersihan Rp50 ribu/hari sambil merawat bayi 7 bulan. Bayi diasuh ayah dengan mobilitas terbatas di ayunan hingga ibu pulang pukul 12.00. Wihaji berkoordinasi dengan Gubernur Hidayat Arsani untuk rujukan medis Asri ke RSUD Provinsi, serta menetapkan bantuan biaya hidup Rp5 juta untuk tiga bulan dan pembangunan rumah layak huni Rp50 juta melalui kolaborasi pemda, Baznas, dan mitra.
Pendampingan akan berlanjut agar bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi membangun ketahanan dan kemandirian keluarga. Kolaborasi lintas tingkat pemerintah dan lembaga sosial diharapkan memperluas akses layanan kesehatan, hunian, pendidikan, dan dukungan ekonomi berkelanjutan bagi keluarga rentan stunting.
Bagikan
Berita terkait
Peduli Generasi Masa Depan, SIER Salurkan Bantuan Nutrisi bagi Balita Stunting
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.07
Koops TNI Habema Beri Bantuan Babi-Ayam ke Warga Terisolasi di Ugimba Papua
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.06
Data Desil Bermasalah, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Dipercepat agar Warga Tak Terhambat Terima Bantuan
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.15
Legislator NasDem Dukung Prabowo Teruskan MBG tapi Perbaiki Tata Kelola SDM
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.30