Wisatawan Capai 6,9 Juta, Bali Perlu Kajian Carrying Capacity
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mendorong kajian carrying capacity wilayah Bali seiring meningkatnya kunjungan wisatawan asing yang mencapai 6.948.754 kunjungan pada 2025. Pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan perhitungan daya dukung lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat agar pariwisata tetap berkelanjutan. Kesuma Kelakan menyampaikan hal ini saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VI di Bali, menekankan pentingnya peran BP BUMN dan BPI Danantara dalam melakukan perhitungan tersebut.
Ekonomi Bali tumbuh 5,82% seiring meningkatnya sektor pariwisata, namun pertumbuhan ini menimbulkan tekanan pada sumber daya alam dan infrastruktur. Kajian carrying capacity perlu mencakup ketersediaan air bersih, pasokan energi, kapasitas jalan raya, dan kemampuan bandar udara. Tanpa kajian yang tepat, peningkatan jumlah wisatawan berisiko menciptakan beban berlebihan pada lingkungan dan fasilitas.
Kesuma Kelakan juga menyoroti ketimpangan persebaran wisatawan yang masih terkonsentrasi di Bali Selatan. Ia meminta kajian mendalam untuk mengidentifikasi faktor yang membuat wisatawan lebih memilih Bali Selatan dibandingkan wilayah lain seperti Bali Utara, apakah karena infrastruktur, fasilitas, atau faktor lainnya. Kajian ini diperlukan agar kebijakan pengembangan pariwisata dapat merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Bali.
Bagikan
Berita terkait
Singapura Mau Tambah Daratan Lagi, Siapkan Proyek Reklamasi Raksasa
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 07.40
Antusiasme Wisatawan Asing di Bali Ikut Lomba HUT 81 RI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.50
Dapat Spektrum Baru, XLSmart Perluas Target 5G ke 101 Kota
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 11.40
Dorong Ekonomi, Industri Baja Fokus TKDN dan Kapasitas Produksi
JawaPos · 5 September 2026 pukul 06.30