WNI di Ekuador Latih Robot AI Cuci Piring: Dibayar hingga Rp 870 Ribu Sehari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Itha Siburian Pandjaitan, WNI berusia 48 tahun yang tinggal di Ekuador, bekerja sebagai pelatih AI dengan merekam aktivitas rumah tangga seperti mencuci piring, memasak, dan memotong sayuran. Rekaman video berupa gerakan tangan dan aktivitasnya dijual sebagai data latih untuk robot humanoid melalui platform seperti Mindrift, Toloka, Renta Human, dan Claru. Aktivitas direkam langsung melalui aplikasi tanpa perlu diedit, lalu diunggah setelah selesai. Itha memulai pekerjaan ini pada akhir April 2026 dan bahkan bisa mengerjakan selama 5-6 jam sehari, dengan pendapatan hingga USD 50 atau setara Rp 870 ribu per hari. Namun, pekerjaan ini tidak menjanjikan pendapatan rutin karena task bisa tiba-tiba hilang atau ditangguhkan oleh platform. Bayaran bervariasi tergantung negara dan jenis task, dengan pekerja di Indonesia mendapatkan sekitar USD 5-6 per jam, sementara di AS bisa mencapai USD 10 per jam. Persyaratan perangkat seperti ponsel Android minimal Samsung S21 atau iPhone 12, tripod, head strap, dan chest strap menjadi tantangan bagi pekerja di Indonesia. Itha juga mengelola grup Telegram dengan sekitar 3.500 anggota, sebagian besar ibu rumah tangga, yang tertarik karena peluang penghasilan tambahan ini. Di samping task fisik, tersedia pekerjaan tidak fisik seperti memilih gambar terbaik untuk AI dengan bayaran sekitar USD 3 per rangkaian.
Bagikan
Berita terkait
Eks Presiden Resmi Dipenjara 5 Tahun karena Suap Listrik Rp 1,3 T
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.40
Siap Ekspansi Global, AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.12
Ramalan Mengerikan dari Elon Musk di Tahun 2036: 'AI dan Robot Humanoid Bakal Ambil Alih Pekerjaan Manusia!'
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 18.22
Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi Eropa, Indonesia Jadi Pasar Bidikan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.40