Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Yordania Tiba-Tiba Kumpulkan RI Cs, Sebut Bahaya "Perang Agama"

Yordania mengadakan pertemuan darurat para menteri luar negeri dunia Arab dan Islam untuk merespons ancaman pengambilalihan situs suci Muslim di Yerusalem oleh Israel. Insiden serangan lebih dari 2.000 ekstremis sayap kanan Israel pada 23 Juli yang dipimpin Menteri Keamangan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, yang memaksa masuk dan berdoa di kompleks Masjid Al-Aqsa, dinilai sebag sebagai pelanggaran terburuk dalam sejarah modern. Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memperingatkan bahwa merusak status quo dapat memicu konflik agama berskala global.

Yordania khawatir akan eskalasi yang lebih luas termasuk kampanye pembersihan etnis di Tepi Barat dan potensi deportasi massal warga Palestina. Dengan lebih dari separuh populasi 11,5 juta jiwa sebagai keturunan pengungsi Palestina, Yordania menegaskan bahwa pemindahan paksa warga Palestina ke Yordania adalah 'garis merah' yang tidak akan dilewati. Pemerintah Israel juga memotong pasokan air setengahnya sebagai pembalasan atas kritik terkait pembunuhan warga sipil di Gaza.

Situasi semakin tegang dengan peningkatan kehadiran militer AS di pangkalan Yordania, yang baru-baru ini berhasil menewaskan tiga warga Amerika dalam serangan udara Iran. Ratusan tokoh Yordania menandatangani surat terbuka menuntut penarikan pasukan AS, mengklaim kehadiran tersebut memperbesar risiko keamanan, politik, dan ekonomi negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait