Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Zainal Arifin Mochtar Soroti Menyempitnya Ruang Publik, Demokrasi Dinilai Kehilangan Alat Koreksi

Prof. Zainal Arifin Mochtar menyoroti penyempitan ruang publik yang menghambat koreksi terhadap penyimpangan demokrasi. Dalam Konferensi Republik di Padang, ia menjelaskan penyempitan terjadi melalui dua jalur: berkurangnya ruang fisik untuk diskusi dan kesulitan akses informasi di ruang digital akibat informasi tak terverifikasi. Akibatnya, masyarakat cenderung berkumpul dalam gergaian pemikiran serupa, kehilangan instrumen untuk meminta pertanggungjawaban atas kebijakan negara.

Zainal juga mengkritik terbatasnya akses publik terhadap hasil penelitian perguruan tinggi yang seharusnya menjadi bahan diskusi. Tanpa data dan informasi yang dapat dipercaya, demokrasi rentan terhadap klaim kebenaran tunggal dari otoritarianisme.

Jaleswari Pramodhawardani dari LAB45 menambahkan, lemahnya mekanisme koreksi berdampak pada arah pembangunan ekonomi yang cenderung ekstraktif, dengan penguasaan lahan dan eksploitasi sumber daya alam sebagai fokus utama. Penolakan masyarakat terhadap eksploitasi seringkali ditanggapi dengan pendekatan keamanan.

Berita terkait