Zulhas dan Sudaryono Kerahkan 1.700 Dapur MBG di 3T, Ini Tujuannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mempercepat penyelesaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Target yang awalnya satu bulan kini dipastikan tuntas pekan ini. Wilayah prioritas meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku yang memiliki angka stunting tinggi.
Dari pemetaan data lintas kementerian, sekitar 1.700 dapur MBG sudah siap beroperasi di daerah dengan kategori stunting tinggi dan sangat tinggi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan bahwa angka 13.000 dapur yang beredar adalah total data dapur yang telah terpetakan dengan berbagai status pembangunan, bukan dapur baru yang dibuka serentak. Sebanyak sekitar 300 dapur akan diaktivasi minggu depan secara bertahap.
Prioritas aktivasi difokuskan pada daerah yang paling membutuhkan, seperti Papua, NTT, Nias, dan wilayah kepulauan di Maluku serta Maluku Utara. Pemerintah juga masih membutuhkan waktu satu hingga satu setengah bulan untuk merapikan penambahan sekitar 13.000 titik SPPG di Pulau Jawa, Sumatra, dan wilayah lainnya. Total dapur yang sedang diproses mencapai sekitar 27.000.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 19.03
BGN percepat pembangunan SPPG 3T targetkan rampung dalam satu minggu
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 11.20
Anggaran Tepat Sasaran, MBG Geser Fokus ke Ibu Hamil dan Balita Daerah 3T
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.25
Menko Zulhas: Ada 11,5 Juta Penerima MBG Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.22
Zulhas Kejar Dapur MBG di Daerah 3T Rampung Pekan Ini
Berita terkait
BGN: 20-30 SPPG Di-suspend Tiap Hari, Ada yang karena Makanan Tak Layak
kumparan · 23 September 2026 pukul 23.34
Kepala BGN Tegaskan Sekolah Negeri Harus Kompak soal MBG
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 20.17
Purbaya Kasih Bocoran Insentif Dapur MBG Mau Diubah
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 21.17
Anggaran MBG 2026 Dipangkas Jadi Rp229 Triliun, BGN Bakal Tetap Buka Ribuan Dapur Baru
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.15