Kepala BGN Tegaskan Sekolah Negeri Harus Kompak soal MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340027/original/072403100_1788447378-efac7633-b210-41f1-84cf-33caa6be2e9f.jpg)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa sekolah negeri harus memiliki satu suara dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan untuk menerima atau menolak program ini harus berlaku bagi seluruh siswa tanpa membedakan kondisi ekonomi. Hal ini bertujuan agar tidak ada diskriminasi penerima manfaat di lingkungan sekolah negeri.
Berbeda dengan sekolah negeri, sekolah swasta diberikan fleksibilitas dalam menentukan penerima manfaat berdasarkan kemampuan orang tua siswa. Saat ini, BGN telah mencoret 1.653 sekolah dari daftar penerima untuk memastikan program lebih tepat sasaran, terutama bagi wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi. BGN terus mengevaluasi data dan kesiapan satuan pelayanan guna menjaga kualitas serta keamanan pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.53
Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai 63,89 Persen Per September 2026
JawaPos · 17 September 2026 pukul 21.45
Dapat Alokasi Anggaran Rp 240 T, BGN Sasar Target 72 Juta Penerima Manfaat
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 21.19
Bukan Sekadar Masak, Sudaryono Bongkar Masalah di Balik Dapur MBG yang Layani Ribuan Orang
kumparan · 17 September 2026 pukul 20.07
BGN Bolehkan Sekolah Negeri Tolak MBG: Asal Semua Siswa Harus Sepakat
Berita terkait
Kepala BGN Respons Putusan MK Anggaran MBG-Pendidikan Harus Dipisah
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.35
Jurus Sudaryono Benahi MBG hingga BGN
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 06.05
BGN Ubah Strategi MBG, Daerah dengan Stunting Tinggi Kini Jadi Prioritas
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 19.41
Sekolah Bisa Tolak MBG Jika Makanan Bau Tak Sedap
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.22