Zulhas Prioritaskan Sertifikat Laik Higienis 8.000 SPPG untuk Jamin Mutu MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Bidang Pangan memprioritaskan percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi sekitar 8.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang belum bersertifikat dari total 27.000 titik yang sudah terdaftar. Langkah ini bertujuan menjamin mutu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembenahan legalitas kesehatan lingkungan dapur SPPG menjadi prioritas utama. Pemerintah mengklasifikasikan unit pelayanan berdasarkan tingkat kesiapan operasional dan kondisi geografis. Untuk SPPG di Jawa dan Sumatera yang masih dalam tahap perizinan maupun penyelesaian fisik, target penataan rampung diberikan waktu dua bulan.
Zulhas juga menegaskan penyelesaian standar higiene di SPPG harus tuntas sebelum pemerintah memutuskan skema pemanfaatan kantin sekolah dalam program MBG. Solusi teknis untuk 8.000 unit di Jawa-Sumatera akan dirumuskan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Bagikan
Berita terkait
Sambut HUT RI, SOKSI Suarakan Urgensi Dampak Nyata Kemerdekaan bagi Rakyat
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20
Kejadian Keracunan MBG di Sumut Diduga Karena Ikan Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 09.01
Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp820,9 Triliun, Rp240 Triliun untuk Program MBG
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.10
Menko Zulhas Janji Kopdes Merah Putih di Gunung akan Ditertibkan
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.01