1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Lampaui Stok BI-India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa stok emas masyarakat Indonesia yang tersimpan di bawah bantal mencapai 1.800 ton, dengan nilai sekitar US$ 252 miliar atau setara Rp4.483 triliun. Jumlah ini melebihi stok emas resmi negara seperti India (880 ton) dan Singapura, serta jauh di atas stok Bank Indonesia yang hanya 70 ton. Jika 1.800 ton emas ini dimasukkan ke dalam sistem keuangan, Indonesia akan menjadi negara dengan stok emas ketiga terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat (8.133 ton) dan China (2.331 ton).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.27
Airlangga: Emas di Bawah Bantal Ada 1.800 T, Nilainya Rp4,47 T
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
Dorong Ekosistem Emas Berstandar Internasional, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum IBMA
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 09.15
Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 15.28
IBMA Resmi Dibentuk, Pemerintah Bidik Penguatan Industri Bullion Indonesia
Berita terkait
Pemerintah Luruskan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal Warga RI
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 07.27
Pemerintah Luruskan Pernyataan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 08.15
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
Dorong Ekonomi Nasional, IBMA Siap Tancap Gas Percepat Pendalaman Pasar Bulion
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 15.06