1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Lampaui Stok BI-India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa stok emas masyarakat Indonesia yang tersimpan di bawah bantal mencapai 1.800 ton, dengan nilai sekitar US$ 252 miliar atau setara Rp4.483 triliun. Jumlah ini melebihi stok emas resmi negara seperti India (880 ton) dan Singapura, serta jauh di atas stok Bank Indonesia yang hanya 70 ton. Jika 1.800 ton emas ini dimasukkan ke dalam sistem keuangan, Indonesia akan menjadi negara dengan stok emas ketiga terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat (8.133 ton) dan China (2.331 ton).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Siapkan 3 Program Kerja Utama, IBMA Optimistis Perkuat Ekosistem Bullion Nasional
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.16
Percepat Pasar Emas, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.04
Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.57
Dorong Bisnis Bullion, Menko Airlangga Resmikan IBMA
Berita terkait
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.59
Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.55
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, 11 Industri Resmi Meluncurkan Asosiasi IBMA
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
Incar 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Airlangga Dorong Integrasi Ekosistem Bullion Bank
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.42