Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

12 Negara Batasi Dagang dengan Israel, Harga Minyak Memanas Nyaris USD 100/Barel

Serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi dan ledakan di Kharg Island, Iran memicu kenaikan harga minyak global. Harga Brent naik ke level tertinggi sejak akhir Juli, mendekati USD 98 per barel, sementara WTI mencapai USD 93 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Arab Saudi melaporkan gangguan pada fasilitas energi akibat serangan Houthi yang didukung Iran. Analis Goldman Sachs memperkirakan konflik Timur Tengah akan berlanjut hingga 2027, mendorong pasar untuk memperhitungkan risiko pasokan yang terus terganggu. Harga Brent telah naik lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini, sementara harga diesel Eropa mendekati USD 200 per barel. China, sebagai negara pengimpor minyak terbesar, meningkatkan pembelian, termasuk dari Teluk Persia, yang sedikit membantu meredakan tekanan pasar. CEO Vitol Group melaporkan sekitar 2 juta barel per hari minyak dari Timur Tengah hilang dari pasar, ditambah gangguan dari Rusia akibat serangan drone Ukraina. Arus minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan turun menjadi sekitar 10 juta barel per hari, separuh dari volume sebelum konflik. Ketidakpastian tetap tinggi meski Iran mengklaim kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman mengenai jalur transit aman.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait