17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
Pada Senin (3/9/2026), lebih dari 17 juta barel minyak diangkut melalui Selat Hormuz, volume tertinggi sejak perang Iran dimulai akhir Februari 2026. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan ekspor melalui Selat Hormuz bahkan lebih tinggi daripada sebelum perang jika menggabungkan aliran melalui jaringan pipa Arab Saudi dan UEA yang mengindirinya. Sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk minyak per hari melewati Selat Hormuz. Wright menekankan bahwa Iran kehilangan kemampuan untuk menggunakan perekonomian dunia sebagai alat tekanan, karena militer AS membantu kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Koridor pelayaran telah dibentuk di perairan Oman dengan kapal sekutu AS berlayar pada malam hari dengan transponder dimatikan untuk mengurangi risiko serangan. Minimal dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz pada pekan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.32
Iran Ancam AS dengan Strategi Perang Baru: 'Anda Tak Akan Lolos dari Dasar Neraka!'
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.16
Trump Ancam Serang Iran Lagi
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.14
Iran Siapkan Strategi Baru Hadapi AS
Berita terkait
Iran Beri Izin Sejumlah Kapal Tanker Minyak Mentah Irak Melintasi Selat Hormuz
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 07.00
Dampak Perang, Ekspor China ke Iran Anjlok 52% dalam Tujuh Bulan Pertama 2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 21.02
Presiden Iran Bilang Tak Mau Perang, Tapi Akan Respons Tegas Jika Diserang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.22
Harga Minyak Hari Ini Melambung Usai Ketegangan AS-Iran Meningkat
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.59