Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

20 Perusahaan Konstruksi Terancam Kolaps, Ini Biang Keroknya

Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) melaporkan tekanan semakin berat pada industri konstruksi akibat naiknya harga minyak dunia dan bahan bakar industri. Perang antara AS dan Iran menyebabkan harga minyak naik 37,41% dari 28 Februari hingga 1 Juli 2026, diikuti kenaikan harga solar industri sebesar 41,52%, besi beton 27,78%, dan aspal 23,85%. Kenaikan ini mendorong seluruh biaya proyek meningkat, termasuk energi, operasional alat berat, logistik, transportasi, dan material konstruksi.

Industri konstruksi berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,48% hingga 10,43% dan menyerap tenaga kerja hingga 35 juta orang. Selain tekanan biaya, perusahaan konstruksi menghadapi masalah arus kas karena tertahannya restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%. Margin perusahaan hanya sekitar 2% hingga 3%, dan dana restitusi yang tertahan diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah dari 117 anggota AKI. Sebanyak 20 anggota atau 19% terancam kolaps karena tekanan arus kas.

Ketua Umum AKI, Djoko Sarwono, menyatakan telah mengajukan permohonan penyesuaian harga kontrak kepada pemerintah, namun belum mendapat respons. Ia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera melakukan diskresi guna mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kolapsnya industri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait