380 Ribu Ton Beras Bulog Turun Mutu Dilelang untuk Jadi Tepung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3852283/original/090153000_1640770561-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-5.jpg)
Pemerintah menyetujui hilirisasi 380 ribu ton beras Bulog dengan mutu menurun menjadi tepung untuk menjaga nilai ekonomi dan menstabilkan harga pangan. Langkah ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rapat koordinasi pemerintah. Beras tersebut akan dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp 11.000 per kilogram, hanya Rp 1.000 per kilogram di bawah harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual ke masyarakat seharga Rp 12.500 per kilogram. Dengan mengolah beras bermutu rendah menjadi tepung, diharapkan pasokan bahan baku tepung meningkat sekaligus harga tepung yang saat ini tinggi dapat turun. Kebijatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CPB) yang mencapai lebih dari 5 juta ton serta menjaga stabilitas harga beras, jagung, dan tepung di seluruh Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Bulog Mau Ubah 380 Ribu Ton Beras Umur 10 Tahun Jadi Tepung, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.20
Bulog Mau Ubah 380 Ribu Ton Beras Umur 10 Bulan Jadi Tepung, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.20
Beras Bulog Turun Mutu 380 Ribu Ton Bakal Dilelang Rp 11 Ribu/Kg
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.18
Redam Gejolak Harga, Bulog Gelontorkan 75.000 Ton Beras Premium ke Ritel Modern
VOI · 5 September 2026 pukul 19.30