Bulog Mau Ubah 380 Ribu Ton Beras Umur 10 Bulan Jadi Tepung, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah membuka peluang pemanfaatan 380 ribu ton beras Bulog yang sudah berusia lebih dari 10 bulan dan mengalami penurunan kualitas untuk diolah menjadi tepung beras. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sekitar 300 ribu ton dari stok tersebut termasuk beras dengan mutu turun. Lelang akan dilakukan melalui KPKNL dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram kepada industri tepung. Langkah ini dilakukan untuk menambah pasokan bahan baku tepung sekaligunya menekan harga tepung di pasar.
Sebagai bagian dari kebijakan ini, pemerintah juga menghentikan impor beras pecah sejumlah 380 ribu ton yang sebelumnya digunakan sebagai bahan baku tepung beras. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan keputusan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal menjelaskan bahwa beras berusia lebih dari 10 bulan justru cocok untuk industri tepung karena kadar amilosa yang sesuai dengan kebutuhan pengolahan.
Dengan demikian, beras Bulog yang tidak lagi layak untuk konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal melalui hilirisasi menjadi tepung. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya mengatasi masalah stok yang lama tersimpan tetapi juga mendukung kemandirian pangan dan stabilitas pasokan bahan baku tepung di dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.18
Beras Bulog Turun Mutu 380 Ribu Ton Bakal Dilelang Rp 11 Ribu/Kg
Berita terkait
Bulog Mau Ubah 380 Ribu Ton Beras Umur 10 Tahun Jadi Tepung, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.20
Dirut Bulog Usul Cadangan Beras Pemerintah yang Turun Mutu Diolah Jadi Tepung
kumparan · 5 September 2026 pukul 13.25
Misbakhun Minta RI Tak Cuma Jadi Pemasok Komoditas Global
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.47
Kemendag: 82 Persen Ekspor RI Kini Produk Industri Pengolahan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.51