5.353 UMKM Cirebon Dibantu Melek Digital, Ini Tujuannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363836/original/055034200_1790921713-Clipboard_10-02-2026_01.jpg)
Pemerintah Kota Cirebon, bersama Grab dan OVO, menggelar program Kota Masa Depan #BeraniDigital untuk membantu 5.353 UMKM di wilayahnya melekkan digital. Program ini bertujuan memperluas akses ekonomi dan memperkuat ekosistem usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Sektor perdagangan dan jasa di Cirebon menyumbang 27,31 persen dari PDRB kota, menunjukkan potensi yang besar untuk dikembangkan.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menekankan bahwa Cirebon bukan hanya wilayah administratif, tetapi bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Melalui program ini, diharapkan Cirebon dapat menjadi penggerak utama perekonomian kawasan, khususnya bagi para pelaku UMKM.
Direktur Grab Indonesia, Richard Aditya, menjelaskan bahwa perluasan program ini ke Cirebon merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendekatkan akses teknologi dan pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha di daerah. Program Kota Masa Depan #BeraniDigital sebelumnya telah hadir di Kudus dan Banjarmasin, serta telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM dan 5.200 pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.45
Bukan Cuma Jualan Online, UMKM Cirebon Mulai Didorong Memaksimalkan AI Untuk Jalankan Bisnis
Berita terkait
Direktur Garudafood Bagikan Kisah Transformasi Digital dan Keberlanjutan di Universitas Brawijaya
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 18.44
ESDM: Data Center Harus Pertimbangkan Pasokan Listrik dan Air yang Besar
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
BCA Syariah Intip Peluang Pasar Gen Z di Pembiayaan Emas dan Digitalisasi
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.37
OJK Rilis Peta Jalan Perbankan RI 2026-2030, 5 Hal Ini Jadi Prioritas
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.09