80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Potensi Rugi Rp71T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen beras fortifikasi yang terdaftar tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Temuan ini berdasarkan pengujian awal Kementerian Pertanian dan diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian masyarakat hingga Rp71 triliun. Harga jual beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai standar justru tinggi, dengan rata-rata Rp22.665 per kg dan ada yang mencapai Rp42.000 per kg.
Beras fortifikasi seharusnya merupakan bahan pangan bergizi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok kekurangan gizi, dan anak-anak berisiko stunting. Standar yang berlaku adalah SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025, yang mengatur kandungan vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng. Pengujian tiga laboratorium menunjukkan sebagian besar sampel tidak memenuhi standar. Kementan akan memperluas pemeriksaan dengan lima hingga sepuluh laboratorium dan menindaklanjuti melalui jalur administratif dan pidana.
Dugaan penyimpangan ini juga terkait dengan subsidi pangan pemerintah yang mencapai Rp160 triliun tahun ini. Subsidi yang melekat pada beras fortifikasi diperkirakan Rp56-60 triliun, yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil tetapi diduga dimanfaatkan untuk penipuan. Amran menegaskan akan ada proses hukum untuk pencabutan izin edar dan penanganan kasus ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 15.05
Terungkap 15 Merek Beras Berkedok Fortifikasi, Konsumen Rugi Rp 71 Triliun
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.43
Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp42 Ribu per Kg, Mentan: Ini Akal-akalan
Berita terkait
Respons Mendag soal Temuan 80% Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 05.45
Desil 9 dan 10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite, Simak Arti Desil di Sini!
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.40
Harga Gabah Naik, Produsen Mulai Beralih ke Beras Fortifikasi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.21
Penipuan Kuras Rp9,1 T Saldo Warga RI, Setiap Hari 1.000 Orang Melapor
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.30