Terungkap 15 Merek Beras Berkedok Fortifikasi, Konsumen Rugi Rp 71 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap 15 merek beras berkedok fortifikasi yang tidak sesuai standar. Beras tersebut ternyata memiliki kualitas medium atau premium, sehingga harga jualnya sangat mahal, mencapai Rp 42.000 per kilogram, padahal beras fortifikasi seharusnya terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan sekitar 80% produk tidak memenuhi standar fortifikasi.
Praktik ini merugikan konsumen hingga Rp 71 triliun dan menyalahgunakan subsidi pemerintah sebesar Rp 56 triliun untuk beras fortifikasi. Pemerintah mengalokasikan total subsidi pangan sekitar Rp 164 triliun pada 2026. Modus operandi ini diduga merupakan pergeseran dari kasus beras premium sebelumnya, karena pelaku beralih ke fortifikasi yang memiliki margin keuntungan lebih besar.
Kementerian Pertanian akan menindaklanjuti seluruh temuan ini untuk memastikan kepatuhan terhadap standar dan mencegah penyalahgunaan subsidi lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.30
Amran Bongkar Modus Baru Mafia Beras Ikut Nikmati Subsidi Pemerintah
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.19
Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Nikmati Subsidi Pemerintah
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.22
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Potensi Rugi Rp71T
Berita terkait
Respons Mendag soal Temuan 80% Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 05.45
Harga Gabah Naik, Produsen Mulai Beralih ke Beras Fortifikasi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.21
Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Amran Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik 6 Bulan Beruntun
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.17