Respons Mendag soal Temuan 80% Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perdagangan Budi Santoso merespons temuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut sekitar 80 persen beras fortifikasi yang diperiksa diduga tidak memenuhi standar. Budi menyatakan pemerintah akan melakukan pengecekan lapangan terlebih dahulu bersama Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian sebelum memutuskan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penarikan produk.
Beras fortifikasi seharusnya diperkaya vitamin dan mineral untuk membantu kebutuhan gizi masyarakat, tetapi hasil pengujian awal di tiga laboratorium menunjukkan mayoritas sampel tidak lulus standar. Harga beras ini tinggi, dengan rata-rata Rp22.665 per kilogram dan produk tertentu mencapai Rp42.000 per kilogram, berpotensi merugikan masyarakat hingga Rp71 triliun.
Pemerintah masih dalam proses pengawasan dengan melibatkan lebih banyak laboratorium sebelum penegakan hukum. Keputusan penarikan atau tindakan lain akan ditentukan setelah koordinasi antar kementerian/lembaga dan berdasarkan hasil pemeriksaan mendetail.
Bagikan
Berita terkait
Bapanas Selidiki Alasan Beras Fortifikasi Dijual Mahal
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.53
Terungkap 15 Merek Beras Berkedok Fortifikasi, Konsumen Rugi Rp 71 Triliun
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 15.05
Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 13.30
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Potensi Rugi Rp71T
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.22