81 Tahun Merdeka, Mengapa Kelas Menengah Indonesia Justru Menyusut?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mengalami penurunan jumlah kelas menengah yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Data LPEM FEB UI menunjukkan penurunan dari 60 juta orang (23% populasi) pada 2018 menjadi 52 juta orang (18,8% populasi) pada 2023, dengan sekitar 8,5 juta orang turun kelas menjadi kelompok miskin.
Kesenjangan ekonomi semakin melebar, terlihat dari tergerusnya tabungan masyarakat kelas bawah sementara jumlah pemilik akun tabungan di atas Rp5 miliar melonjak dari 8.500 menjadi 129 ribu orang. Kondisi ini menurunkan daya tahan ekonomi masyarakat terhadap guncangan serta mengancam stabilitas sosial politik.
Presiden Prabowo berupaya mentransformasi struktur ekonomi dari bentuk segitiga menjadi belah ketupat untuk memperkuat kelas menengah. Namun, analisis menekankan bahwa fokus pada sumber daya alam saja tidak cukup; Indonesia perlu memperkuat orientasi ekonomi luar negeri dan daya saing internasional, berkaca pada keberhasilan Vietnam, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6-7%.
Bagikan
Berita terkait
Belajar dari 3 Langkah Berani Frans Seda di Tengah Gejolak Ekonomi Indonesia
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.42
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah di Sekitar Kita, Anda Termasuk?
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.30
Purbaya: Kelas Menengah Bakal Berjaya 2 Tahun Lagi
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.03
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30