AAJI Belum Terima Data Klaim Asuransi Jiwa akibat Bencana NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) belum menerima data lengkap terkait klaim asuransi jiwa akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono menyampaikan bahwa data tersebut masih dalam tahap pengumpulan dari perusahaan anggota, sehingga belum dapat memberikan gambaran lengkap dampak bencana terhadap industri asuransi jiwa. Informasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I-2026 di Grha AAJI, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).
AAJI menyampaikan bahwa bencana yang terjadi sejak awal tahun dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi. Albertus menekankan bahwa asuransi bukanlah kebutuhan ketiga, tetapi kebutuhan utama untuk menjaga ketahanan keuangan keluarga. Ia berharap masyarakat mulai menyisihkan pendapatnya untuk membeli asuransi guna melindungi kondisi keuangan keluarga ketika menghadapi risiko.
Di sisi lain, AAJI juga memaparkan kinerja industri asuransi jiwa periode Semester I-2026. Freddy Thamrin, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI, melaporkan bahwa total klaim meningkat 4,3% menjadi Rp75,57 triliun dari Rp72,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penerima manfaat juga naik dari 4,82 juta orang menjadi 5,01 juta orang, menunjukkan bahwa perlindungan asuransi semakin tersebar luas.
Bagikan
Berita terkait
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp75,57 Triliun di Semester I-2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 20.31
Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp94,75 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 8,2%
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.30
AAJI catat pertumbuhan positif industri asuransi semester I 2026
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 17.03
Dukcapil Pulihkan 11.225 Dokumen Kependudukan Korban Gempa Flores
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 21.06