Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp94,75 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 8,2%

Industri asuransi jiwa Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp94,75 triliun pada semester I-2026, naik 8,2% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong peningkatan jumlah polis dan tertanggung, sekaligus adanya pergeseran preferensi konsumen ke produk unit link yang tumbuh lebih cepat dibandingkan produk tradisional. Menurut Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo Karsono, permintaan masyarakat terhadap asuransi jiwa semakin beragam, baik untuk pelindungan murni maupun kombinasi dengan investasi.

Dari sisi produk, premi unit link naik 10,3% mencapai Rp35,73 triliun, sementara premi tradisional tumbuh 6,9% menjadi Rp59,03 triliun. Unit link masih kalah dari segi kontribusi premi dibandingkan produk tradisional, namun mencatatkan laju pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada sisi metode pembayaran, premi tunggal melonjak 26,3% menjadi Rp40,76 triliun, sementara premi reguler mengalami penurunan 2,4% menjadi Rp53,99 triliun.

Berdasarkan segmen nasabah, premi individu tumbuh 7,4% mencapai Rp75,12 triliun, sementara premi kumpulan tumbuh lebih tinggi yakni 11% menjadi Rp19,63 triliun. Meskipun pertumbuhan premi kumpulan lebih pesat, premi individu masih menjadi dominan dalam pendapatan industri asuransi jiwa pada periode ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait