AAJI: Employee benefit menguat sebagai distribusi alternatif asuransi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan perubahan dinamika dalam distribusi alternatif asuransi jiwa pada semester I 2026. Kanal employee benefit mencatat pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 11,4 persen mencapai sekitar Rp5,96 triliun, sementara direct marketing mengalami penurunan 8,3 persen menjadi Rp13,57 triliun. Kanal broker juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan 27,4 persen mencapai Rp2,57 triliun. Perubahan ini mencerminkan strategi industri untuk memperluas akses distribusi sesuai preferensi konsumen.
Bank assurance tetap menjadi kanal distribusi terbesar dengan kontribusi premi bisnis baru tertinggi. Secara weighted, bank assurance mencapai Rp7,85 triliun, diikuhi direct marketing dan keagenan masing-masing dengan Rp4,76 triliun. Secara unweighted, bank assurance mencatat pertumbuhan 22,6 persen mencapai Rp30,89 triliun.
Secara keseluruhan, industri asuransi jiwa tetap tumbuh dengan premi bisnis baru weighted sebesar Rp21,06 triliun (naik 11,5 persen) dan unweighted Rp57,75 triliun (naik 20,5 persen). Namun, premi lanjutan mengalami kontraksi 6,7 persen menjadi Rp37,01 triliun, menandakan perlunya fokus pada keberlanjutan perlindungan nasabah yang sudah ada.
Bagikan
Berita terkait
AAJI catat pertumbuhan positif industri asuransi semester I 2026
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 17.03
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp75,57 Triliun di Semester I-2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 20.31
Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp94,75 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 8,2%
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.30
Cerminan Kinerja Bisnis Kuat, Chubb Life Sabet Top Agent in Telemarketing Tiga Kali Beruntun
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 23.31