Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menyelimuti Jakarta, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jakarta. Abu vulkanik yang terbentuk dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini berbeda dari debu biasa karena mengandung partikel yang sangat halus, silika, dan material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. Paparan langsung dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, mata, dan kulit, termasuk batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi asma dan PPOK. Dinkes DKI Jakarta menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan masker KN95 atau N95 saat perlu berada di luar. Sebelum membersihkan abu, sebaiknya dipercikkan air terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan, namun hindari penyemprotan berlebihan agar tidak menyumbat saluran air.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 12.31
Sejumlah Warga Pandeglang Sesak Napas Akibat Abu Erupsi Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 12.52
Catat! Ini Cara Bersihkan Abu Vulkanik
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.31
Depok Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, tapi CFD Tetap Ramai
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.10
Dinkes Tangerang: Waspada Gangguan Pernapasan Imbas Abu Krakatau
Berita terkait
Indikasi Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu 3 Bandara, 459 Penerbangan Terdampak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.14
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Jangan Panik
kumparan · 6 September 2026 pukul 11.07
Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 09.53
Warga Pondok Cabe Tangsel Juga Terdampak Hujan Abu Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 08.46