ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asian Development Bank (ADB) menyetujui subprogram pertama Program Pendalaman Pasar Keuangan (FMP) dengan pembiayaan US$650 juta (Rp11,66 triliun) untuk memperdalam pasar modal, modernisasi ekosistem keuangan digital, dan mendukung pembiayaan berkelanjutan Indonesia. Program ini fokus pada tiga area: meningkatkan efisiensi pasar, mendorong layanan keuangan digital yang aman, serta memobilisasi modal swasta untuk proyek ramah lingkungan. Reformasi ini diproyeksikan meningkatkan likuiditas pasar, transparansi, dan partisipasi investor melalui pengembangan pasar obligasi dan pinjaman sekuritas. Layanan keuangan digital akan diperkuat dengan regulasi aset digital, keamanan siber, dan perlindungan konsumen. Selain itu, program ini mendukung transisi berkelanjutan dengan memperluas taksonomi kredit hijau dan mengurangi hambatan penerbitan instrumen pembiayaan berkelanjutan. Pada 2025, pasar saham Indonesia mencapai 66,4% dari PDB, menunjukkan potensi pengembangan pasar modal yang signifikan.
Bagikan
Berita terkait
BI Buka Jalan Obligasi Korporasi Jadi Agunan Repo Operasi Moneter
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 06.55
BI tambah obligasi-sukuk PT SMI sebagai "underlying" operasi moneter
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 22.25
Bank Indonesia Terima Obligasi Korporasi Buat Operasi Moneter
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 22.00
Bertemu LEGO, Meutya Tekankan Soal Keamanan Anak dalam Layanan Digital
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 17.05