Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Terima Obligasi Korporasi Buat Operasi Moneter

Bank Indonesia (BI) memperluaskan surat berharga yang dapat digunakan dalam operasi moneter dengan menambahkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan moneter pro-market yang terintegrasi dengan pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA). Gubernur BI Destry Damayanti dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal ini pada peresmian di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dengan perluasan ini, BI tidak hanya mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar, tetapi juga mendorong transaksi pasar keuangan untuk mendukung ekonomi riil.

Implementasi perluasan ini telah dilakukan sejak 10 November 2025 hingga 30 September 2026. Total transaksi repo operasi moneter dengan underlying obligasi dan sukuk korporasi PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) mencapai Rp 1,25 triliun. Selanjutnya, pada 28 September 2026, dilakukan lelang repo pertama dengan underlying PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp 60 miliar.

Dampak positif kebijakan ini terlihat dari peningkatan volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder, dari rata-rata Rp 31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp 179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026. Kepemilikan bank atas obligasi PT SMF juga naik 18%, dari Rp 8,69 triliun menjadi Rp 10,22 triliun. BI berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait