Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Solar AS Tembus Rp30.750 Per Liter, Imbas Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga solar di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, dengan rata-rata USD6,5107 per galon atau sekitar Rp30.750 per liter, menurut American Automobile Association (AAA). Lonjakan ini terjadi akibat ketegangan geopolitik yang memicu gangguan pasokan bahan bakar global, termasuk perang AS melawan Iran dan konflik Arab Saudi dengan Houthi Yaman. Dalam seminggu terakhir, harga solar AS naik dari USD6,23 per galon, dan sejak sebulan lalu naik dari USD5,58 per galon. Dibandingkan dengan setahun sebelumnya, harga kini lebih tinggi 76 persen.
Kelangkaan pasokan global semakin memburuk akibat perang AS melawan Iran dan gangguan arus energi melalui Selat Hormuz. Kemajuan Houthi di pesisir Laut Merah Yaman juga menambah ketidakpastian, terutama terkait pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan ekspor minyak Arab Saudi.
Ketegangan ini diperparah oleh kemungkinan langkah lanjutan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Trump menyatakan sedang menimbang berbagai opsi, mulai dari aksi militer hingga tekanan ekonomi atau negosiasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.08
Harga Minyak Dunia Naik Jelang Trump dan Presiden Iran Bertemu di PBB
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.35
Trump Sudah Keok Lawan Iran, Mulai 'Dibenci' di Negara Sendiri
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.08
Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
kumparan · 21 September 2026 pukul 13.40
Harga Diesel AS Tembus Rp 115.915/Galon, Rekor Tertinggi Sejak 2022
Berita terkait
Harga Minyak Indonesia di Agustus Naik ke US$ 89,43 per Barel
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 16.31
Harga Minyak Dunia Menguat, ICP Agustus Tembus US$89,43 per Barel
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 07.30
Harga Minyak Melonjak Kamis Pagi: Brent Tembus USD 101, WTI Naik ke 97
JawaPos · 10 September 2026 pukul 07.47
Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.12