Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Ade Armando Tegaskan Petuah Jokowi Soal Kekuasaan Bukan Demi Gibran

Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menyatakan bahwa kritik terhadap pesan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tentang penggunaan kekuasaan tidak didasari fakta. Dalam peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-8 KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jokowi menyampaikan pesan agar kekuasaan tidak digunakan untuk menyakiti atau menjatuhkan orang lain, dengan mengutip petuah Jawa "Lamun siro sekti, ojo mateni". Pesan ini memicu perdebatan publik, terutama mengingat Jokowi baru dua tahun meninggalkan kursi presiden setelah mendudungnya selama satu dekade. Ade menilai kritik muncul akibat ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap Jokowi, yang menyebabkan setiap pernyataannya dianggap salah, bahkan hingga soal ijazahnya. Ia menegaskan tidak ada bukti bahwa Jokowi pernah menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang untuk menyingkirkan lawan politik. Menurutnya, tudingan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan keluarganya, termasuk putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi Wakil Presiden, tidak berdasar. Ade meyakini Jokowi hanya menyampaikan nasihat moral yang dipercayainya, dan menekankan pentingnya tidak menggunakan kekuasaan untuk menghancurkan lawan.

Berita terkait