Janji Pulang ke Solo Buyar, Pengamat: Jokowi Bukan Makhluk Moral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Janji Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali ke Solo sebagai warga biasa setelah tidak lagi menjabat presiden semakin dipertanyakan. Alih-alih mengundurkan diri dari panggung politik, Jokowi masih aktif mengikuti berbagai agenda yang dianggap sebagai safari politik. Pengamat politik Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai aktivitas ini menunjukkan Jokowi belum benar-benar melepaskan diri dari dunia politik. Menurut Ginting, pernyataan Jokowi soal pembatasan kekuasaan dan hidup sederhana sulit dipisahkan dari kepentingan politik keluarga. Ia menyoroti posisi strategis anak-anak dan menantu Jokowi yang menduduki posisi penting, seperti Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden, Kaesang Pangarep sebagai ketua PSI, dan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara. Kehadiran Jokowi dalam acara-acara politik membuat publik meragukan komitmennya untuk benar-benar kembali ke Solo. Ginting juga menyoroti pidago Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi di Kebumen, di mana Jokowi menegaskan bahwa kekuasaan bersifat sementara. Namun, menurut Ginting, pidato tersebut dipenuhi nuansa politik dan tidak bisa dikategorikan sekadar pidato moral atau keagamaan. Jokowi, menurutnya, adalah makhluk politik, bukan makhluk moral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 September 2026 pukul 22.08
Menlu Sugiono: Pertemuan Xanana Gusmao dengan Jokowi Bersifat Pribadi
Berita terkait
Harmonis di Publik, Prabowo–Jokowi Sebenarnya Punya Agenda Berbeda
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 02.30
Ade Armando Tegaskan Petuah Jokowi Soal Kekuasaan Bukan Demi Gibran
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 01.30
Prabowo Disebut Sudah Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 13.10
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23