Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission pada 2060 tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%. Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menekankan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) sebagai solusi agar industri energi tetap berkembat dan emisi tetap ditekan. Di samping itu, Hashim optimis kemampuan Indonesia memanfaatkan CO2 yang selama ini dianggap beban menjadi aset bernilai tinggi melalui pengembangan mikroalga.
Hashim menjelaskan CO2 dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biofuel, pakan ternak, spirulina, dan klorela yang kaya protein. Pengembangan ini didukung geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dengan paparan sinar matahari melimpah, serta ketersediaan air, lahan, dan tenaga kerja. Teknologi ini juga dapat mengatasi keterbatasan sumber karbon dioksida murah dengan menggunakan CO2 dari aktivitas industri sebagai input produksi mikroalga.
Di samping pemanfaatan mikroalga, teknologi penangkapan karbon asal Jepang yang diuji di Petrokimia Gresik berhasil mengurangi emisi karbon hingga 90%-95%. Proses ini juga menghasilkan produk sampingan berupa soda kue atau soda abu yang saat ini masih diimpor. Beberapa perusahaan Jepang menunjukkan minat untuk mengimpor produk sampingan tersebut. Hashim meyakini teknologi serupa dapat diterapkan tidak hanya di pabrik pupuk, tetapi juga di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara milik PT PLN dan perusahaan swasta.
Bagikan
Berita terkait
Zulhas Sebut Program PSEL Baru Sasar 22 Persen Masalah Sampah RI
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.53
Kanada Mulai Main Keras, Listrik-Minyak-Gas ke AS Diancam Diputus
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.52
IMF Sebut Ekonomi Global Tangguh Hadapi Guncangan, Tapi Waspadai Ini
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.45
LPG 3 Kg Masih Bisa Dibeli Semua Masyarakat, ESDM: Nanti Kita Atur
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.40