IMF Sebut Ekonomi Global Tangguh Hadapi Guncangan, Tapi Waspadai Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2922918/original/005670200_1569486698-kristalina.jpg)
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan bahwa ekonomi global mampu menghadapi guncangan energi akibat konflik Iran lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Namun, beberapa tekanan masih menghantui, seperti meningkatnya utang publik, inflasi yang belum menurun secara signifikan, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Georgieva menjelaskan bahwa ekonomi global kini berada di antara dua tekanan utama: terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk dan pertumbuhan yang didorong oleh investasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Investasi AI yang sebelumnya terpusat di AS kini mulai tersebar ke negara lain melalui pembangunan pusat data dan peningkatan produksi perangkat keras AI. Risiko terhadap prospek ekonomi global dinilai lebih seimbang dibandingkan April 2026, meski masih cenderung ke arah negatif. Tekanan fiskal terus meningkat, sementara bank sentral kemungkinan perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk mengendalikan inflasi. Dampak gangguan energi berhasil diredam melalui pelepasan cadangan minyak dan gas, peningkatan pasokan dari luar kawasan Teluk, penurunan permintaan, dan penggunaan kembali batu bara di sejumlah negara. Investasi AI terus mendukung pertumbuhan di AS dan menyebar ke negara lain, sehingga kontribusi sektor teknologi terhadap pertumbuhan global semakin luas. Pada Juli 2026, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 sebesar 3,0%, diturunkan dari sebelumnya akibat risiko perang di Timur Tengah, fragmentasi perdagangan, dan ketidakpastian investasi AI. Pembaruan proyeksi ekonomi global akan dilakukan pada Oktober 2026.
Bagikan
Berita terkait
Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 08.49
Inflasi Singapura Tembus Level Tertinggi, Ini Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 13.12
Kapasitas Capai 1,67 GW, Data Center Energy Hunger Dikupas dalam Energy Week
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.04
Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.51