Adira Finance Proyeksikan Pasar Otomotif Bakal Hadapi Tantangan Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141627/original/037880900_1740376189-20250223_165242.jpg)
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksikan pasar otomotif Indonesia akan menghadapi tantangan berat pada semester II-2026. Tantangan utama meliputi kenaikan biaya dana (cost of funds), melemahnya daya beli masyarakat, serta potensi kenaikan harga kendaraan akibat dampak suku bunga acuan terhadap industri pembiayaan. Presiden Direktur Adira Finance, I Dewa Made Susila, menjelaskan bahwa kenaikan biaya dana memaksa perusahaan menyesuaikan suku bunga pembiayaan kepada konsumen, namun tetap mempertimbangkan kemampuan bayar nasabah yang didominasi segmen masyarakat menengah ke bawah.
Sebelumnya, pasar otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif selama semester I-2026. Penjualan sepeda motor baru secara ritel naik 10% dan penjualan mobil baru meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, Adira memperkirakan laju pertumbuhan akan melambat pada semester II akibat tekanan suku bunga. Seluruh perusahaan multifinance menghadapi tekanan biaya dana yang serupa, sehingga kenaikan suku bunga pembiayaan diprediksi berlangsung bertahap dan berpotensi meningkatkan beban cicilan konsumen.
Bagikan
Berita terkait
Pembiayaan ACC Tembus Rp30,7 Triliun, Tumbuh 11% hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.42
FIFGROUP Salurkan Pembiayaan Rp 30 T, Mayoritas buat Motor
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.53
DP 0% Motor Listrik Dinilai Percuma Jika Daya Beli Lemah
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 13.20
PNM Bergerak Siapkan Ekosistem Pembiayaan Mekaar Bunga Delapan Persen
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15