Agnez Mo Puji Transformasi Bandara Indonesia: Tak Kalah dengan Kota Besar Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335976/original/041697400_1788082052-email-attachment_2026_08_29_pramita-tristiawati_agnes-mo-dapat-apresiasi-indonesia-berkarya-dari-injourney-airports_IMG-20260829-WA0012.jpg)
Penyanyi dan aktris Indonesia Agnez Mo memberikan apresiasi atas transformasi bandara di Indonesia, khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Menurutnya, perubahan tersebut membuat fasilitas dan pelayanan bandara semakin kompetitif dengan bandara di kota besar dunia. Agnez Mo menyampaikan hal ini saat menerima Apresiasi Indonesia Berkarya dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia menilai bandara sebagai salah satu tempat pertama yang dilihat warga ketika mengunjungi suatu negara, sehingga kualitasnya penting untuk membentuk kesan positif tentang Indonesia. Transformasi ini juga dinilai penting karena bandara menjadi pintu masuk bagi wisatawan, pelaku bisnis, dan masyarakat dari berbagai negara. Agnez Mo juga menekankan bahwa pencapaian yang diraih tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, komitmen, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Ia berbagi pengalamannya dalam menaklukkan industri hiburan internasional, termasuk perannya sebagai Lila Hoth dalam serial Hollywood Reacher Season 4. Menurut Direktur Komersial InJourney Airports Very Y. Setiadi, Apresiasi Indonesia Berkarya diberikan untuk mengobarkan semangat kemerdekaan dan memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia. Program ini akan dilaksanakan secara rutin dan menghargah tokoh-tokoh yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai bidang seperti seni, musik, film, olahraga, budaya, bisnis, pendidikan, teknologi, sosial, kreativitas, dan pemuda. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Very kepada Agnez Mo di hadapan puluhan penggemarnya, yang akhirnya disebut sebagai Agnation. Agnez Mo tampak terkejut dan kagum melihat plakat penghargaan yang menggabungkan unsur anyaman bambu dan kayu, sebagai representasi keindonesiaan. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas pengakuan ini dan mengajak masyarakat untuk terus berkarya demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Bagikan
Berita terkait
Pengamat Minta Pembentukan BLU Batubara Ditunda untuk Jaga Keadilan Usaha
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 17.02
Dari Sumatra hingga Sulawesi, MIND ID Pasok Bantuan untuk Veteran LVRI
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 16.50
Bunga Kredit Properti di AS Naik Jadi 6,66 Persen, Pasar Perumahan Kian Tertekan
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 16.45
Khotbah Dadakan di Pesawat, 2 Pendeta Korea Selatan Didenda Rp12,8 Juta
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 16.30