Agrinas Palma Ungkap Kebutuhan CPO RI Bisa Tembus 104 Juta Ton pada 2045
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memproyeksikan kebutuhan crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai 104 juta ton pada 2045 untuk mendukung kebutuhan biodiesel, pangan, ekspor, produk turunan, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF). Direktur Utama Mohammad Abdul Ghani menyampaikan proyeksi ini dalam The 12th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) 2026 di Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, produktivitas sawit perlu ditingkatkan dari sekitar 3 ton menjadi 4,4 ton CPO per hektare, dengan tambahan areal sekitar 7,4 juta hektare.
Agrinas Palma mencatat sekitar 42% perkebunan sawit Indonesia (6,94 juta hektare) dikelola oleh petani rakyat, dengan produktivitas rata-rata hanya 2,6 ton CPO per hektare. Dengan penerapan praktik budidaya terbaik, produktivitas dapat ditingkatkan hingga 5 ton per hektare. Namun, realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih rendah, hanya sekitar 20.000 hektare per tahun, dengan alokasi dana kurang dari 5% selama 2021-2023.
Untuk mendukung pengembangan bioenergi, Agrinas Palma mengembangkan hilirisasi sawit meliputi biodiesel, SAF, oleokimia, bio-CNG, dan biogas. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pengembangan bioetanol berbasis singkong dengan skema perkebunan 4.000-6.000 hektare dan pabrik kapasitas 100 kiloliter per hari. Kolaborasi strategis dengan PT Pertamina dan dukungan Danantara akan mendukung realisasi proyek ini.
Bagikan
Berita terkait
Harga CPO Cetak Level Tertinggi 20 Bulan, Saham Sawit Berpeluang Jadi Primadona
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.57
Sawit Bakal Masuk Bursa Mineral, Begini Respons Pengusaha
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 11.51
Harga Indeks Biodiesel Agustus 2026 Naik Jadi Rp 14.924/Liter
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.32
Video: Harga TBS Sulit Naik Bikin Petani Sawit Swadaya Sulit Sejahtera
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.13