Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI Picu Kekhawatiran Karyawan, Ini Strategi Jitu Para Ahli

Artificial Intelligence (AI) semakin diterapkan perusahaan, namun 53% warga AS khawatir AI akan mengambil pekerjaan keluarga mereka. Sejumlah pemimpin bisnis sempat melakukan PHK demi AI, namun sebagian menarik kembali keputusan tersebut. Menurut Jackie Swanson dari Gartner, banyak organisasi memiliki rencana penerapan AI tetapi tidak memiliki rencana jujur terkait dampaknya pada karyawan, ritme kerja, dan kepemimpinan masa depan. Komunikasi yang jujur dan transparan menjadi kunci agar karyawan tidak merasa terpinggirkan.

Perusahaan seperti Ironclad dan Superhuman (dulunya Grammarly) menekankan pentingnya melatih dan memperbarui kemampuan tim agar tetap relevan di tengah adopsi AI. Mereka memberi karyawan kebebasan bereksperimen dengan teknologi baru dan melibatkan tim dalam pengambilan keputusan, sehingga perubahan alur kerja terasa inklusif dan tidak hanya digerakkan oleh keinginan memangkas biaya.

Torani, produsen sirup perasa dari California, berhasil mempertahankan nol PHK selama 103 tahun meski menerapkan teknologi baru. Perusahaan ini mengedepankan komunikasi yang menekankan pembuatan pekerjaan yang lebih baik dan menarik, bukan sekadar efisiensi. Torani berencana merekrut 30% lebih banyak karyawan hingga Maret 2027, didukung ekspansi manufaktur senilai US$ 60 juta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait