43 Ribu Orang Kena PHK, Pengusaha Beber Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 43.000 pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Juli 2026, menurut data Kementerian Ketenagakerjaan. Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menjelaskan bahwa PHK bukanlah keputusan yang diinginkan, melainkan pilihan terakhir yang biasanya disebabkan oleh masalah di sisi hulu seperti keterbatasan bahan baku dan pasokan gas industri. Oleh karena itu, Apindo mendesak pemerintah dan pelaku usaha untuk melakukan debottlenecking guna mengatasi hambatan yang menghambat industri, terutama sektor padat karya seperti tekstil dan garmen. Shinta menekankan bahwa solusi perlu dicari agar PHK tidak perlu terjadi, bukan sekadar fokus pada jumlah angka yang ada.
Apindo berfokus pada pencegahan PHK melalui penanganan akar masalah di hilir dan hulu. Menurut Shinta, banyak perusahaan lebih memilih mencari solusi antisipatif daripada terjun ke dalam proses PHK yang merugikan baik pekerja maupun perusahaan. Industri tekstil dan garmen masih menghadapi kendala signifikan terkait ketersediaan bahan baku dan pasokan energi, yang jika tidak diselesaikan dapat mempengaruhi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja secara besar. Debottlenecking diharapkan dapat mencegah PHK sebelum terjadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 16.59
Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Apindo Deteksi Masalah di Hulu
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.05
43.805 Orang Kena PHK, Bos Apindo Buka Suara
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.35
Apindo Buka Suara Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK: Masalahnya di Hulu
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.32
43 Ribu Orang Kena PHK, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya
Berita terkait
Pemerintah Terus Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Naker Sesuai Kebutuhan Industri
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 02.48
Terungkap! 126.000 Tenaga Kerja Nonaktif BPJS Akibat PHK
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 07.25
Apindo Beber 126 Ribu Pekerja RI Kena PHK sepanjang Januari-Mei 2026
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 19.11
TA Wamenaker: Akreditasi LPK Jawab Kebutuhan Pasar Tenaga Kerja
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.24