Gaet Jerman, RI Incar Proyek PLTS dan Rantai Pasok Semikonduktor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329159/original/077487400_1787223284-1000415165.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bertemu Menteri Federal untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, di Jakarta pada 20 Agustus 2026. Kedua negara berencana memperkuat kerjasama di sektor energi hijau, rantai pasok semikonduktor, dan pendidikan vokasi. Salah satu proyek yang diakselerasi adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk meningkatkan porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Dalam rapat, keduanya membahas pelaksanaan EU-CEPA yang diharapkan ditandatangani tahun ini, serta partisipasi dalam Just Energy Transition Partnership (JETP) yang dikomitmen sebesar US$ 21,4 miliar. Indonesia telah mengakses US$ 3,93 miliar dari JETP dan berupaya memperkuat akses pembiayaan hijau termasuk dari Green Finance Facility (GFW). Jerman menekankan dukungan perusahaan yang beroperasi di Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan di bidang energi terbarukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.52
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 17.50
PLTS 100 GW Terhambat Lahan, Danantara Soroti Bankability Proyek
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.19
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Berita terkait
Bahlil Mulai Tender 30 GW PLTS yang Bakal Dibangun Tahun Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.20
Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Merdeka dari Ketergantungan Genset, PNRE-Kemenkop Kembangkan PLTS Pulau Sembur
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.32
Pertamina NRE Bangun PLTS Kapasitas 1 MWp di Pulau Sembur
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 16.52