Airlangga Buka-bukaan 3 Syarat RI Jadi Markas Data Center AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tiga syarat utama agar Indonesia bisa menjadi basis industri data center AI: ketersediaan lahan, listrik, dan air. Syarat ini disampaikan dalam keynote speech pada acara BIG Indonesia Insight 2026 di Jakarta. Menurutnya, kebutuhan data center terus meningkat seiring perlombaan global dalam pengembangan AI, dan Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menangkap peluang ini.
Airlangga menjelaskan bahwa ketersediaan lahan, listrik, dan air menjadi faktor krusial karena pengembangan data center membutuhkan infrastruktuktur dalam skala besar. Salah satu kawasan yang disiapkan pemerintah adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) digital di Bintan, Kepulauan Riau, yang sudah penuh (sold out). Pemerintah juga menyiapkan ekspansi di lokasi tersebut serta mengembangkan kawasan data center di Karawang, Jawa Barat.
Untuk mendukung industri ini, pemerintah terus memperkuat kapasitas listrik nasional. Airlangga menyebutkan penambahan kapasitas listrik sebesar 500 megawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia juga menekankan pentingnya data yang kredibel agar teknologi AI dapat berfungsi optimal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 07.20
Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur
Berita terkait
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
Data Center AI Butuh 400 Liter Air Per Detik, PDAM: Tak Kuras Waduk Jatiluhur
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.19
TelkomGroup bersama Danantara Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional untuk Sovereign AI Indonesia
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.16
Dunia Berlomba Bangun Data Center, Kapasitas RI Bakal Capai 1,5 GW
kumparan · 30 September 2026 pukul 04.00