Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Dunia Berlomba Bangun Data Center, Kapasitas RI Bakal Capai 1,5 GW

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia siap menjadi pusat pengembangan data center dengan kapasitas yang akan mencapai 1,5 GW. Saat ini, kapasitas data center yang sudah terbangun di Indonesia sebesar 800 MW, dan dalam waktu dekat diperkirakan akan bertambah hingga 1,5 GW. Pembangunan ini didukung oleh rencana jaringa transmisi listrik hijau sepanjang 47.758 kilometer hingga 2045. Beberapa proyek data center sedang dibangun di Nongsa Digital Park Batam, Karawang, dan Bekasi, dengan seluruh kapasitas yang tersedia sudah habis terpesan meskipun belum rampung dibangun.

Airlangga menekankan bahwa ekonomi hijau menjadi prasyarat utama untuk mendukung infrastruktur ekonomi digital. Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai USD 100 miliar, dan berpotensi meningkat hingga USD 400-600 miliar pada 2030. Hal ini didukung dengan rencana penandatanganan Digital Economy Framework Agreement saat ASEAN Summit di Filipina, yang diperkirakan meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun.

Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menambahkan bahwa Indonesia sangat cocok menjadi pusat data center karena ketersediaan sumber daya alam yang andal dan berkelanjutan, terutama listrik hijau dan air. Beberapa negara seperti Amerika dan Singapura menyetop pengembangan data center karena kekurangan sumber daya air untuk sistem pendinginan. Dengan sumber daya air tawar yang melimpah dan penggunaan PLTS terapung, Indonesia siap memanfaatkan momentum permintaan data center yang sedang tinggi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait